Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto “murka besar” akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan merasa dikhianati oleh janji Purbaya. Narasi tersebut menggambarkan seolah-olah Presiden merespons kondisi pasar modal dengan emosi dan kemarahan. Unggahan ini kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di ruang publik, terutama terkait stabilitas ekonomi dan hubungan internal pemerintahan.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi. Tidak ditemukan pernyataan resmi, rekaman pidato, maupun dokumen kebijakan yang menunjukkan bahwa Presiden Prabowo bereaksi secara emosional terhadap penurunan IHSG atau merasa dikhianati oleh pihak tertentu. Narasi yang beredar di media sosial tersebut cenderung bersifat opini sepihak dan tidak disertai sumber kredibel.
Klarifikasi resmi disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara yang menegaskan bahwa informasi mengenai Presiden Prabowo “murka” atau “ngamuk” adalah tidak benar. Menurutnya, respons Presiden terhadap dinamika pasar, termasuk fluktuasi IHSG, tetap didasarkan pada pendekatan kebijakan, analisis ekonomi, serta pencarian solusi jangka pendek dan jangka panjang, bukan reaksi emosional.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo murka akibat turunnya IHSG dan merasa dikhianati Purbaya dapat dikategorikan sebagai informasi keliru. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyikapi konten di media sosial, terutama yang menggunakan narasi emosional dan provokatif tanpa rujukan resmi. Verifikasi informasi melalui sumber terpercaya menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran misinformasi dan disinformasi di ruang digital.