Belakangan ini, jagat media sosial, khususnya platform Facebook, diramaikan oleh narasi yang mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto akan secara resmi menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera setelah Hari Raya Idulfitri. Informasi ini memicu kebingungan, mengingat MBG merupakan salah satu program unggulan yang sangat dinantikan dampaknya bagi peningkatan gizi nasional. Namun, apakah klaim penghentian permanen tersebut memiliki dasar yang kuat atau sekadar isu belaka? Mari kita bedah faktanya.
Hasil penelusuran mendalam menunjukkan bahwa informasi mengenai penghentian program MBG tersebut telah terkonfirmasi sebagai hoaks. Berdasarkan laporan cek fakta dari media kredibel IDN Times, tidak ada pernyataan resmi maupun kebijakan dari pemerintah yang menginstruksikan pembatalan program ini setelah lebaran. Sebaliknya, pemerintah terus berkomitmen untuk menjalankan program ini sesuai dengan regulasi dan anggaran yang telah ditetapkan dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia unggul.
Fakta sebenarnya di lapangan menunjukkan bahwa perubahan aktivitas program yang terjadi saat ini hanyalah bersifat sementara. Perbedaan operasional tersebut semata-mata merupakan bentuk penyesuaian terhadap jadwal libur nasional dan cuti bersama Lebaran. Mengingat target utama program ini adalah para siswa di sekolah, maka distribusi makanan secara otomatis mengikuti kalender akademik yang sedang memasuki masa libur panjang Idulfitri, bukan karena program tersebut telah dihentikan secara permanen oleh presiden.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan waspada dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial. Sangat penting untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal berita resmi atau situs pemerintah sebelum menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi agenda prioritas nasional dan akan kembali beroperasi normal setelah masa libur lebaran usai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.