Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menyebut IranĀ "keras kepala namun lemah, sombong, serta tidak memiliki kekuatan yang setara dengan Israel". Unggahan tersebut seolah-olah memberikan kesan bahwa pernyataan itu disampaikan dalam kapasitas resmi kenegaraan yang merendahkan posisi diplomatik Iran di kancah internasional.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat dan mengandung unsur disinformasi. Prabowo Subianto memang benar menggunakan istilah "keras kepala" saat memimpin rapat kerja bersama Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 8 April 2026. Akan tetapi, tidak ditemukan bukti otentik, baik dalam rekaman resmi maupun transkrip rapat, yang menunjukkan adanya penyebutan kata "lemah," "sombong," atau perbandingan kekuatan militer yang merendahkan Iran di hadapan Israel.
Secara konteks, ucapan tersebut merupakan respons Prabowo terhadap kritik yang menyerang pribadinya dengan tuduhan keras kepala. Ia menjelaskan bahwa dalam kepemimpinan, sifat "keras kepala" terkadang diperlukan untuk mempertahankan prinsip kedaulatan. Beliau mengambil contoh keteguhan Iran serta para pendiri bangsa Indonesia yang memiliki sifat serupa karena memilih lebih baik mati daripada dijajah. Artikel dari Kompas.com juga telah mengonfirmasi bahwa narasi yang menyebut Iran lemah dan sombong adalah klaim yang tidak benar (hoaks).
Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menyangkut isu diplomasi internasional dan pernyataan tokoh publik. Pastikan untuk selalu memverifikasi kebenaran sebuah konten melalui sumber berita resmi atau kanal cek fakta tepercaya sebelum membagikannya. Mari kita bersama-sama menghentikan penyebaran disinformasi yang dapat memicu kegaduhan dan kesalahpahaman di ruang digital.