Telah beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memuat informasi mengenai program Mudik Gratis BUMN tahun 2026. Unggahan tersebut memancing minat masyarakat dengan menyertakan sebuah tautan (link) pendaftaran yang diklaim sebagai gerbang registrasi program tersebut. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, tautan yang tercantum dalam tangkapan layar unggahan tersebut tampak mencurigakan dan tidak mengarah pada domain resmi institusi pemerintahan maupun perusahaan BUMN terkait.
Guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut, tim kami melakukan penelusuran fakta melalui mesin pencari Google. Berdasarkan laporan klarifikasi yang diterbitkan oleh tirto.id, unggahan yang beredar luas di Facebook tersebut dipastikan sebagai informasi palsu atau hoaks. Artikel tersebut menjelaskan bahwa penggunaan tautan tidak resmi sering kali menjadi modus penipuan untuk mencuri data pribadi pengguna (phishing) dengan memanfaatkan antusiasme masyarakat yang ingin pulang kampung.
Faktanya, program Mudik BUMN 2026 memang benar-benar diselenggarakan oleh pemerintah, namun dengan skema pendaftaran yang sangat ketat dan transparan. Masa pendaftaran resmi hanya berlangsung pada rentang waktu 12 Februari hingga 28 Februari 2026, atau akan ditutup lebih awal jika kuota telah terpenuhi. Selain itu, akses pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs web resmi masing-masing instansi BUMN yang terlibat, bukan melalui tautan pihak ketiga di media sosial.
Di tengah suasana bulan suci Ramadan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming bantuan yang sumbernya tidak jelas. Bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima sangatlah penting agar rencana mudik tidak terhambat oleh kerugian finansial maupun kebocoran data akibat penipuan digital. Selalu pastikan untuk merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah atau akun media sosial terverifikasi untuk mendapatkan informasi yang akurat.