Belakangan ini, pengguna media sosial facebook dikejutkan dengan beredarnya sebuah video yang mengeklaim bahwa Prabowo Subianto akan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) menggunakan dana hasil rampasan koruptor. Narasi ini menyebar cepat melalui akun-akun tidak resmi, salah satunya akun bernama "Program bantuan buat modal usaha rakyat", yang menjanjikan keuntungan finansial bagi masyarakat. Hal ini tentu memicu tanda tanya besar mengenai kebenaran sumber dana dan mekanisme pembagiannya.
Guna menelusuri kebenaran informasi tersebut, telah dilakukan penelusuran mendalam melalui mesin pencari Google dengan kata kunci terkait. Hasil penelusuran mengarah pada artikel verifikasi resmi dari portal berita terpercaya, Kompas.com, yang berjudul "[HOAKS] Prabowo Umumkan Pemerintah Beri THR Anggaran 20 Triliun". Berdasarkan laporan tersebut, secara tegas dinyatakan bahwa informasi mengenai pembagian THR melalui media sosial tersebut adalah hoaks atau berita bohong.
Lebih jauh lagi, fakta teknis mengungkap bahwa video tersebut merupakan produk manipulasi digital. Hasil identifikasi suara menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan menunjukkan bahwa 99% suara dalam video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence). Teknik ini dikenal sebagai deepfake audio, di mana suara tokoh publik ditiru sedemikian rupa untuk meyakinkan masyarakat agar percaya pada narasi yang disampaikan.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk unggahan yang menjanjikan bantuan uang tunai melalui akun media sosial non-pemerintah. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi ulang melalui kanal resmi pemerintah atau media massa yang kredibel sebelum menyebarkan informasi. Jangan mudah tergiur oleh janji manis yang berujung pada potensi penipuan data pribadi atau kerugian materi.