Sebuah narasi yang mencatut nama lembaga negara baru-baru ini beredar luas di media sosial Facebook. Unggahan tersebut mengeklaim bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa lambung orang miskin itu tipis, sehingga membuat mereka rawan mengalami keracunan. Narasi yang beredar ini tentu berpotensi menimbulkan salah paham dan sentimen negatif di kalangan warganet.
Menanggapi klaim tersebut, kami kemudian melakukan penelusuran guna memverifikasi keabsahan klaim yang beredar. Berdasarkan hasil penelusuran digital, ditemukan bahwa media pemeriksa fakta Batasmedia99 telah merilis klarifikasi yang menegaskan bahwa klaim tersebut adalah informasi bohong (hoax). Tidak ada bukti digital, transkrip wawancara, maupun rilis resmi yang menunjukkan bahwa Kepala BGN pernah mengeluarkan statemen diskriminatif dan tidak ilmiah seperti yang dituduhkan dalam narasi tersebut.
Sejalan dengan temuan tersebut, kami juga melakukan penelusuran mandiri secara mendalam melalui mesin pencari dan arsip pemberitaan media massa nasional. Hasilnya tetap serupa; tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari otoritas pemerintah, situs web resmi Badan Gizi Nasional, maupun laporan dari media pers nasional yang kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Kepala BGN menyebut lambung orang miskin tipis dan rawan keracunan adalah informasi yang tidak berdasar. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh kutipan-kutipan liar di media sosial yang tidak mencantumkan sumber kredibel. Selalu terapkan prinsip saring sebelum sharing dan pastikan untuk memvalidasi setiap informasi terkait kebijakan atau pernyataan pejabat negara melalui kanal-kanal informasi resmi pemerintah.