Sebuah video yang beredar di platform TikTok memuat klaim bahwa “Purbaya meminta izin kepada Prabowo untuk mengganti MBG menjadi uang tunai”. Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik, namun setelah ditelusuri lebih jauh, klaim tersebut tidak memiliki dasar informasi resmi.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan resmi maupun dokumen pemerintah yang menyebutkan Purbaya pernah meminta izin kepada Presiden Prabowo terkait penggantian MBG menjadi uang tunai. Sebaliknya, sejumlah pemberitaan justru mengungkap bahwa usulan penggantian MBG menjadi uang tunai tidak datang dari Purbaya, melainkan berasal dari berbagai pihak lain.
Kompas.com melaporkan bahwa Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat menjadi pihak yang mengusulkan skema tersebut, terutama setelah munculnya kasus keracunan yang sempat menimpa sejumlah siswa. Selain itu, laporan dari detik.com menyebutkan bahwa usulan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, yang menilai opsi uang tunai dapat memberikan fleksibilitas lebih kepada orang tua.
Dengan demikian, klaim dalam video TikTok tersebut dapat dikategorikan sebagai misinformasi, karena menyebutkan hubungan atau tindakan tertentu tanpa dukungan fakta dan tanpa sumber resmi yang valid. Publik diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan selalu mengecek kebenarannya melalui sumber berita tepercaya.