Beredar sebuah foto di media sosial TikTok yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto bersama Purbaya, disertai tulisan “breaking news usai kades demo Purbaya Prabowo langsung perintah audit seluruh kantor desa”. Unggahan tersebut menarasikan seolah-olah pemerintah langsung memerintahkan audit menyeluruh terhadap seluruh kantor desa sebagai respons atas aksi demonstrasi kepala desa. Informasi ini kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di ruang publik.
Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, kami melakukan penelusuran dengan kata kunci “demo kepala desa presiden perintahkan audit seluruh kantor desa” melalui mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak menemukan satu pun sumber kredibel maupun pernyataan resmi dari pemerintah yang membenarkan adanya perintah audit nasional terhadap seluruh kantor desa sebagai dampak langsung dari aksi demonstrasi kepala desa.
Dalam penelusuran lanjutan, ditemukan artikel dari media Krandegan.id yang menjelaskan bahwa penguatan audit dan pengawasan dana desa memang telah menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai langkah sistematis untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara, khususnya di tingkat desa. Namun, kebijakan ini bersifat umum dan terencana, bukan merupakan reaksi spontan akibat demonstrasi kepala desa sebagaimana yang digambarkan dalam unggahan viral tersebut.
Gambar yang beredar di TikTok tersebut memberi kesan seolah-olah pemerintah mengambil langkah audit dana desa secara mendadak sebagai akibat langsung dari aksi demo kepala desa. Narasi ini tidak sesuai dengan konteks kebijakan yang sebenarnya dan berpotensi menyesatkan publik karena mengaitkan dua peristiwa tanpa dasar informasi yang jelas.
Dengan tidak ditemukannya sumber resmi, pernyataan pemerintah, maupun laporan media tepercaya yang mendukung klaim dalam unggahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar belum memiliki kejelasan dan tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai konten visual dengan narasi provokatif di media sosial, serta selalu memeriksa informasi melalui sumber resmi dan kredibel sebelum membagikannya kembali.