Beredar sejumlah video di media sosial Facebook, Instagram, dan YouTube yang menuliskan klaim “DIRUT PLN GUNAKAN UANG PLN SETORAN RUTIN KE JOKOWI DAN POLRI”. Unggahan tersebut menarasikan seolah-olah terdapat aliran dana rutin dari PT PLN kepada Presiden Joko Widodo dan institusi Polri. Klaim ini memicu perhatian publik karena menyangkut isu sensitif terkait keuangan negara dan pejabat publik.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, kami melakukan penelusuran dengan mencari kata kunci “dirut PLN setor uang ke Jokowi” melalui mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun informasi dari sumber kredibel maupun media resmi yang membenarkan klaim tersebut. Tidak ada laporan jurnalistik, pernyataan lembaga berwenang, maupun dokumen resmi yang mendukung tuduhan sebagaimana disebutkan dalam video yang beredar.
Video tersebut juga menampilkan sebuah gambar berupa tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti pendukung. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, sumber yang tercantum dalam tangkapan layar tersebut tidak dapat diverifikasi. Kami mencoba menelusuri akun yang disebutkan, yakni akun bernama “Ivian.dewi”, serta menelusuri ulang konten dan narasi yang dikaitkan dengannya. Hasilnya, tidak ditemukan data valid, dokumen resmi, maupun rujukan media tepercaya yang dapat menguatkan klaim dalam unggahan tersebut.
Ketiadaan sumber yang jelas, tidak adanya bukti autentik, serta tidak ditemukannya konfirmasi dari pihak terkait menunjukkan bahwa informasi yang disebarkan dalam video tersebut bersifat menyesatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa video yang mengklaim Direktur Utama PLN menggunakan uang PLN untuk setoran rutin kepada Presiden Jokowi dan Polri merupakan informasi hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis terhadap konten yang beredar di media sosial, terutama yang memuat tuduhan serius tanpa disertai bukti dan sumber resmi. Memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan menjaga ruang digital tetap sehat.