Sebuah video bergambar yang beredar di media sosial menuliskan klaim bahwa “Megawati dan Puan kecewa atas tindakan Prabowo yang memerintahkan KPK melakukan pemeriksaan di tengah malam tanpa seizinnya.” Unggahan tersebut dibuat seolah-olah menampilkan atau mengutip pernyataan langsung dari Megawati Soekarnoputri, sehingga memunculkan persepsi adanya konflik politik dan intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan satu pun sumber kredibel dan resmi yang menyatakan klaim tersebut benar. Tidak ada pernyataan Megawati maupun Puan Maharani di media arus utama yang membenarkan narasi dalam video tersebut. Tim pemeriksa fakta TurnBackHoax juga telah mengonfirmasi bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar dan menyesatkan.
Selain narasi utama tersebut, beredar pula beberapa versi klaim lain yang masih berkaitan, seperti “KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Puan,” “Puan menjadi tersangka korupsi rumah DPR,” serta “Puan dan Megawati mendatangi KPK.” Setelah ditelusuri, seluruh klaim tersebut tidak didukung oleh fakta dan tidak memiliki rujukan dari lembaga resmi maupun media tepercaya. Sebaliknya, informasi-informasi tersebut telah diklarifikasi dan dinyatakan sebagai hoaks.
Pola penyebaran klaim ini menunjukkan adanya upaya penggiringan opini publik melalui konten visual dan narasi provokatif. Dengan memanfaatkan nama tokoh publik dan isu sensitif, informasi palsu seperti ini mudah menarik perhatian dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Memeriksa sumber, membandingkan dengan pemberitaan media kredibel, serta merujuk pada hasil pemeriksaan fakta merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan menjaga ruang informasi yang sehat.