Sebuah unggahan di media sosial Facebook beredar dengan narasi yang mengklaim bahwa Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Dedi Mulyadi sebagai “gubernur konten kreator ke Sumatera” yang dinilai hanya ingin melakukan pencitraan. Unggahan tersebut disertai potongan visual dan narasi singkat yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap tokoh yang disebutkan. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, diperlukan penelusuran berbasis sumber tepercaya dan verifikasi fakta.
Penelusuran dilakukan dengan meneliti konteks pernyataan yang diklaim, mencari rujukan pemberitaan media arus utama, serta membandingkan narasi unggahan dengan klarifikasi atau arsip pernyataan resmi. Hasil penelusuran tidak menemukan bukti adanya pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Dedi Mulyadi sebagai “gubernur konten kreator ke Sumatera” atau menuduh aktivitasnya semata-mata sebagai pencitraan. Tidak ditemukan pula rekaman, kutipan langsung, atau pemberitaan kredibel yang menguatkan klaim tersebut.
Lebih lanjut, hasil verifikasi dari lembaga pemeriksa fakta TurnBackHoax menunjukkan bahwa klaim yang beredar telah dikonfirmasi sebagai informasi tidak benar. Narasi dalam unggahan dinilai tidak didukung oleh sumber yang sahih dan berpotensi menyesatkan karena mengaitkan pernyataan tertentu kepada tokoh publik tanpa dasar yang dapat diverifikasi.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Luhut melabeli Dedi Mulyadi sebagai “gubernur konten kreator ke Sumatera” tidak memiliki landasan fakta. Masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial, memeriksa sumber rujukan, dan mengandalkan hasil verifikasi dari lembaga pemeriksa fakta sebelum menyimpulkan atau membagikan informasi lebih lanjut. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran misinformasi dan menjaga ruang publik yang sehat dan berimbang.