Penyebaran disinformasi di media sosial menjelang hari besar keagamaan kembali terjadi. Baru-baru ini, sebuah akun di platform TikTok yang mengatasnamakan Purbaya mengunggah sebuah konten video yang mengklaim adanya pembukaan pendaftaran program dana hibah. Dalam narasi video tersebut, disebutkan bahwa bantuan finansial ini disediakan khusus untuk 300 orang menjelang Hari Raya Iduladha.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran fakta dari berbagai sumber berita kredibel, informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut adalah tidak benar. Video yang menampilkan sosok yang diklaim sebagai Purbaya tersebut bukan merupakan dokumentasi asli, melainkan konten yang diproduksi menggunakan teknologi rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Modus manipulasi digital ini sengaja dibuat untuk meyakinkan masyarakat seolah-olah pengumuman tersebut datang langsung dari pihak yang berwenang.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) telah memberikan konfirmasi resmi dan menyatakan dengan tegas bahwa narasi terkait pendaftaran dana hibah tersebut adalah hoaks. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai informasi bantuan dana yang beredar di luar saluran komunikasi resmi pemerintah. Berbagai media massa nasional juga telah memuat berita klarifikasi serupa guna meredam penyebaran konten tiruan (deepfake) tersebut agar tidak memakan korban penipuan.
Melalui temuan ini, masyarakat diingatkan untuk senantiasa menerapkan prinsip saring sebelum sharing dalam mencerna informasi di ruang digital. Program bantuan sosial atau hibah dari pemerintah selalu diumumkan secara transparan melalui situs web resmi atau akun pengumuman terverifikasi milik kementerian terkait. Dengan meningkatnya kecanggihan teknologi manipulasi video saat ini, literasi digital dan sikap kritis menjadi benteng utama agar terhindar dari modus penipuan berbasis siber.