Sebuah unggahan video di media sosial Facebook mengklaim bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ditolak oleh beberapa negara Eropa, yakni Roma (Italia), Hungaria, dan Austria, seusai menyelesaikan agendanya di Prancis. Narasi dalam video tersebut menyebar dan berpotensi menimbulkan spekulasi negatif serta salah paham di tengah masyarakat mengenai jalannya agenda diplomasi internasional pemerintah Indonesia.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan adanya penolakan kunjungan tersebut adalah tidak benar. Kepala Badan Komunikasi Presiden, M. Qodari, secara membantah isu yang beredar tersebut. Dalam konferensi pers terkait persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Jakarta pada Minggu (31/5/2026), Qodari menyatakan bahwa agenda kunjungan resmi kenegaraan yang dijadwalkan bagi Presiden hanya ke Prancis.
Terkait desas-desus mengenai negara lain, informasi yang dihimpun menunjukkan adanya penjelasan dari politisi Partai Gerindra, Sugiat, yang menyebutkan bahwa rencana perjalanan ke Hungaria dan Austria memang sempat dibahas. Kendati demikian, rencana tersebut bersifat nonformal karena belum diumumkan secara resmi sebagai jadwal kenegaraan oleh pemerintah. Pihak Istana menegaskan bahwa setiap agenda luar negeri yang bersifat resmi pasti akan diumumkan dan diberitakan secara transparan kepada publik.
Menyikapi maraknya peredaran informasi keliru di ruang digital, masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis, mengecek kebenaran informasi ke sumber resmi, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial yang tidak mencantumkan referensi yang valid.
Sumber:
https://www.tempo.co/politik/bakom-sejak-awal-agenda-presiden-prabowo-hanya-ke-prancis-2139193