Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Indonesia akan dilanda gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7 hingga 9 pada akhir tahun 2026.
Berdasarkan penelusuran fakta, narasi tersebut dipastikan sebagai bentuk disinformasi.
Klaim ini diketahui bersumber dari prediksi sepihak seorang konten kreator cuaca asal Kanada. Penjelasan tersebut tidak memiliki dasar maupun metodologi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dalam ilmu kebumian.
Menanggapi isu tersebut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi kejadian gempa bumi secara pasti, baik dari segi waktu, lokasi, maupun kekuatannya.
Meskipun Indonesia berada di kawasan lingkaran api (Ring of Fire) yang memang memiliki potensi aktivitas seismik tinggi, prediksi spekulatif tanpa argumen ilmiah tidak dapat dijadikan acuan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh klaim-klaim yang memicu kecemasan dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BMKG.