Sebuah narasi di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Indonesia akan menghentikan penggunaan Dolar Amerika Serikat (AS) dan beralih sepenuhnya ke mata uang Yuan China. Unggahan tersebut juga mengaitkan klaim ini dengan figur Purbaya. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada sumber valid, dokumen resmi, maupun pernyataan dari otoritas kredibel yang mendukung klaim totalitas peralihan mata uang tersebut.
Faktanya, Indonesia memang memiliki kerja sama dengan China terkait penggunaan mata uang lokal, tetapi mekanismenya bukan untuk menghapus Dolar AS. Bank Indonesia dan People's Bank of China menerapkan sistem Local Currency Transaction (LCT). Melalui sistem ini, transaksi perdagangan dan investasi antara kedua negara dapat menggunakan Rupiah atau Yuan secara langsung untuk efisiensi biaya konversi.
Kebijakan LCT tersebut hanya berlaku khusus untuk transaksi bilateral antara Indonesia dan China. Hubungan dagang ini sama sekali tidak menghentikan penggunaan Dolar AS. Indonesia tetap menggunakan Dolar AS dan mata uang global lainnya secara normal untuk transaksi internasional dengan negara-negara lain, serta untuk menjaga stabilitas cadangan devisa nasional.
Situs pemeriksa fakta independen turnbackhoax.id telah memverifikasi isu ini dan mengategorikannya sebagai konten palsu (fabricated content). Publik diimbau untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang memanipulasi fakta kerja sama ekonomi tersebut. Pastikan selalu memeriksa kebenaran informasi keuangan dan moneter melalui saluran resmi Bank Indonesia atau Kementerian Keuangan.