Belakangan ini, jagat media sosial TikTok dihebohkan dengan peredaran sebuah foto yang diklaim sebagai rekaman CCTV terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS pada 12 Maret lalu. Unggahan tersebut menyebar dengan cepat dan memicu beragam reaksi keras dari warganet yang mengecam tindakan tidak manusiawi tersebut. Namun, muncul keraguan mengenai keaslian visual yang ditampilkan dalam unggahan tersebut, mengingat detail rekaman yang dianggap tidak lazim untuk ukuran kamera pengawas pada umumnya.
Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan oleh sejumlah media nasional terkemuka, seperti detik.com dan NTVnews.id, ditemukan bahwa gambar tersebut bukan merupakan rekaman autentik dari tempat kejadian perkara. Verifikasi digital menunjukkan bahwa konten yang beredar luas tersebut adalah hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI). Manipulasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai tangkapan layar asli, namun secara teknis terbukti merupakan produk komputasi digital, bukan rekaman optik kamera keamanan.
Pihak kepolisian melalui Dirreskrimum Polda Metro Jaya juga telah memberikan pernyataan resmi untuk meredam simpang siur di masyarakat. Kombes Pol. Wira Satya Triputra (atau Kombes Pol. Iman Imanuddin) menegaskan bahwa foto tersebut adalah hoaks murni yang dihasilkan melalui manipulasi digital. Kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti visual CCTV dengan karakteristik seperti yang beredar di TikTok, sehingga konten tersebut dinyatakan valid sebagai disinformasi yang menyesatkan publik.
Menanggapi situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang belum teruji kebenarannya. Di tengah keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang menimpa aktivis KontraS, kejernihan dalam membedakan antara realitas dan rekayasa teknologi menjadi sangat krusial. Kedewasaan digital dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya adalah kunci utama agar masyarakat tidak terjebak dalam agenda pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana di tengah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.