ebuah klaim yang menyebutkan KH Said Aqil Siradj terpilih sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU beredar di media sosial. Narasi tersebut memicu kesalahpahaman publik terkait jajaran kepemimpinan tertinggi PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.
Hasil Verifikasi Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran fakta dan dokumentasi resmi pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut, klaim yang beredar dipastikan salah dan menyesatkan (false content).
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan susunan kepemimpinan baru PBNU periode 2026–2031 sebagai berikut:
Rais 'Aam PBNU: KH Miftachul Akhyar kembali mengemban amanah sebagai Rais 'Aam PBNU usai ditetapkan melalui musyawarah Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) pada 30 Agustus 2026.
Ketua Umum PBNU: KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Adapun KH Said Aqil Siradj tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU selama dua periode pada 2010–2021, sebelum kemudian mengemban tugas sebagai Mustasyar PBNU periode 2022–2027.
Kesimpulan
Unggahan yang mengklaim KH Said Aqil Siradj terpilih sebagai Rais 'Aam PBNU pada Muktamar ke-35 NU merupakan bentuk disinformasi dengan kategori konteks yang salah. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi terkait Nahdlatul Ulama melalui saluran komunikasi resmi PBNU atau media massa terverifikasi.
Sumber: https://tirto.id/hoaks-said-aqil-siradj-terpilih-sebagai-rais-aam-pbnu-2026-2031-hCdS