Beredar narasi di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa warga membakar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Unggahan tersebut menyertakan rekaman video aksi amuk massa dan menyebut insiden dipicu oleh kemarahan warga atas kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batukliang.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim mengenai adanya pembakaran fasilitas dapur SPPG di Lombok Tengah tersebut adalah tidak benar dan menyesatkan (false and misleading).
Berdasarkan penelusuran riset dari Tirto.id serta hasil pengecekan langsung pihak kepolisian setempat, tidak ada peristiwa amuk massa maupun pembakaran fasilitas MBG di wilayah NTB.
Video kerusuhan yang disebarkan dalam unggahan tersebut sebenarnya merupakan rekaman kerusuhan di Kabupaten Belitung Timur pada Agustus lalu yang dikaitkan secara keliru dengan peristiwa di Lombok.
Meskipun kasus keracunan yang melibatkan 352 siswa memang benar terjadi di Kecamatan Batukliang pada Jumat (11/9/2026), penanganannya telah dilakukan melalui jalur medis dan evaluasi resmi, bukan kerusuhan. Narasi pembakaran ini murni merupakan disinformasi yang memanfaatkan kepanikan publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu kritis memeriksa kebenaran informasi melalui saluran berita resmi sebelum membagikannya di media sosial.
Sumber: https://tirto.id/keliru-video-sppg-di-ntb-dibakar-warga-hCYQ