Skip ke Konten

Klaim Anies Dibiayai Riza Chalid dan Janjikan BBM Gratis Berasal dari Korupsi Tidak Didukung Fakta

25 Desember 2025 oleh
ManaFaktanya

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Anies Baswedan kembali terjerat masalah karena diduga dibiayai oleh Riza Chalid selama Pilpres 2024. Dalam postingan tersebut juga tertulis klaim bahwa Anies menjanjikan BBM gratis yang disebut-sebut berasal dari hasil korupsi. Unggahan ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat dan memicu penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Untuk memastikan validitas klaim tersebut, dilakukan penelusuran terhadap berbagai sumber informasi kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun sumber resmi maupun pernyataan lembaga berwenang yang menyatakan bahwa Anies Baswedan dibiayai oleh Riza Chalid atau bahwa janji BBM gratis yang disebutkan berasal dari hasil korupsi. Tidak ada laporan hukum, pernyataan KPU, maupun rilis penegak hukum yang mendukung narasi dalam unggahan tersebut.

Artikel dari Suara.com menjelaskan bahwa isu tersebut bermula dari unggahan akun X (Twitter) @andikamalreza yang menampilkan tangkapan layar komentar warganet. Komentar tersebut menyebut dugaan pendanaan kampanye Anies oleh Riza Chalid, namun tidak disertai bukti, dokumen, atau rujukan sumber resmi. Unggahan tersebut kemudian menyebar dan diangkat kembali ke berbagai platform media sosial, termasuk Facebook.

Penelusuran lanjutan juga menemukan artikel di Kompasiana yang mengonfirmasi hal serupa. Dalam artikel tersebut ditegaskan bahwa klaim mengenai pendanaan kampanye Anies oleh Riza Chalid tidak didukung oleh sumber yang valid dan hanya bersumber dari opini serta spekulasi di media sosial. Hingga kini, tidak ada data faktual yang dapat membuktikan tuduhan tersebut.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Anies Baswedan dibiayai Riza Chalid selama Pilpres 2024 dan menjanjikan BBM gratis dari hasil korupsi merupakan informasi yang tidak terbukti kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai unggahan yang bersumber dari tangkapan layar komentar atau opini warganet, serta selalu memverifikasi informasi melalui media kredibel dan sumber resmi agar tidak terjebak oleh hoaks dan informasi menyesatkan.