Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan foto Prabowo Subianto dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disertai klaim bahwa “firasat Ahok benar, ada 5.000 dapur fiktif di program MBG”. Unggahan tersebut tidak mencantumkan sumber resmi dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran melalui mesin pencarian Google serta rujukan pada sejumlah sumber tepercaya, klaim mengenai adanya 5.000 dapur MBG fiktif tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan ke media Tempo pada 19 September 2025, terdapat 8.426 satuan pelayanan yang telah beroperasi, 13.467 unit yang masih dalam proses verifikasi, dan 8.966 unit yang sedang mengajukan pendaftaran sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN menegaskan bahwa istilah “fiktif” yang sempat muncul dalam pembahasan merujuk pada titik lokasi pengajuan oleh calon SPPG yang masih dalam tahap verifikasi, bukan dapur yang tidak ada atau bersifat palsu. Klarifikasi serupa juga disampaikan BGN melalui pemberitaan Liputan6, yang menyebut bahwa data tersebut merupakan pengajuan lokasi oleh calon SPPG dan bukan dapur fiktif sebagaimana diklaim di media sosial.
Selain itu, hasil penelusuran menunjukkan bahwa istilah “fiktif” tersebut tidak berasal dari pernyataan Ahok, melainkan dari pernyataan anggota DPR bernama Sahidin. Dengan demikian, klaim yang mengaitkan pernyataan tersebut kepada Ahok merupakan kesalahan atribusi dan tidak didukung oleh sumber yang jelas.
Berdasarkan klarifikasi dari sumber resmi dan media kredibel, klaim mengenai 5.000 dapur MBG fiktif sebagaimana beredar di media sosial merupakan kesalahan informasi. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi, memahami konteks secara utuh, serta tidak langsung mempercayai atau menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya.